Qurai

Surat 75

Al-Qiyamah

القيٰمة

Hari Kiamat, terdiri dari 40 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-31 setelah Al-Qari'ah sebelum Al-Humazah.

Al-Qiyamah membicarakan hari kebangkitan, dan di tengahnya menyisipkan satu perintah kepada Muhammad tentang cara menerima wahyu. Jangan gerakkan lidahmu (ayat 16 sampai 19): Ayat 16 sampai 19 melarang menggerakkan lidah untuk cepat-cepat menguasai bacaan, dan menjanjikan Allah yang akan mengumpulkan dan membacakannya. Larangan itu perlu ada karena ada kekhawatiran lupa. Wahyu yang dijaga sempurna tidak menimbulkan kekhawatiran seperti itu pada penerimanya. Jari-jemari yang disusun kembali (ayat 3 dan 4): Ayat 3 mengutip anggapan bahwa Allah tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulang. Ayat 4 menjawab: Kami sanggup menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna. Sebagian penafsir modern membacanya sebagai sidik jari. Kata banan berarti jari atau ujung jari, dan yang ditekankan ayat itu kesanggupan menyusun bagian yang paling kecil. Wajah yang memandang Tuhannya (ayat 22 dan 23): Di ayat 22 dan 23 ada wajah-wajah yang berseri memandang Tuhannya. Ayat itu jadi salah satu titik perdebatan terpanjang di dalam teologi Islam sendiri, antara yang membacanya apa adanya dan yang menolak bahwa Tuhan bisa dilihat. Air mani yang ditumpahkan (ayat 37 sampai 39): Ayat 37 sampai 39 memberi urutan manusia berasal dari setetes mani yang ditumpahkan, lalu jadi segumpal darah, lalu dijadikan laki-laki dan perempuan. Sel telur tidak disebut, dan penentu jenis kelamin ada di kromosom yang dibawa sperma, bukan pada tahapan yang digambarkan. Sumpah yang bentuknya membantah dirinya (ayat 1 dan 2): Kedua ayat dibuka dengan la uqsimu, yang secara harfiah berarti "aku tidak bersumpah". Para ahli bahasa berbeda pendapat: sebagian menyebut la di situ penegas, sebagian menyebutnya bantahan terhadap ucapan sebelumnya. Bentuknya sendiri tidak memutuskan.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (40 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Sumpah dan Kepastian Kebangkitan (1-4)
5-10 : Penolakan dan Tanda Kiamat (5-10)
11-15 : Tiada Tempat Berlindung (11-15)
16-19 : Petunjuk Menerima Wahyu (16-19)

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ١٦

(75:16) Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

16-19 Begitu besar perhatian Nabi ketika menerima wahyu yang disampaikan Jibril, sampai-sampai beliau selalu menggerakkan lisan dan bibir beliau,bahkan sebelum Jibril usai membacakan wahyu itu. Beliau tidak ingin ada dari wahyu itu yang luput dari hafalannya. Allah lalu menurunkan ayat ini berkaitan dengan hal itu. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

20-25 : Pilihan dan Akibatnya (20-25)
26-35 : Sakratul Maut dan Penolakan (26-35)
36-40 : Bukti Kekuasaan Allah (36-40)