Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,


Surat 75
القيٰمة
Hari Kiamat, terdiri dari 40 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-31 setelah Al-Qari'ah sebelum Al-Humazah.
Sumpah kontradiktif dan sains salah total. Tuhan yang ragu-ragu: Ayat 1-2 pake struktur aneh "aku bersumpah" diikuti "tidak, aku bersumpah"—pola linguistik yang cerminiin ketidakpastian. Kontradiksi internal ini ungkapin asal-usul teks dalam retorika manusia Arab yang berusaha perkuat pesan dengan gaya dramatis. Entitas mahatahu nggak butuh sumpah apalagi sumpah yang bantah diri sendiri—ini jelas artifak manusiawi dari tradisi lisan Arab. Antropomorfisme primitif: Ayat 22-25 bikin dikotomi "wajah berseri-seri" vs "wajah muram"—reduksi simplistik yang cerminiin pemahaman manusia abad ke-7 tentang emosi. Fokus berlebihan pada "wajah yang memandang Tuhannya" ungkapin antropomorfisme naif yang bayanginn Tuhan sebagai entitas fisik yang bisa "dilihat". Konsepsi teologis primitif ini produk imaginasi manusia terbatas pengalaman duniawi. Muhammad panik lupa wahyu: Ayat 16-19 ungkapin kecemasan Muhammad bakal lupa wahyu, disusul instruksi "jangan terburu-buru gerakkan lidahmu". Kekhawatiran ini bertentangan dengan konsep wahyu sempurna dari Tuhan mahatahu. Kalau wahyu bener-bener ilahi, ngapain penerimanya khawatir soal kapasitas memori? Bukti jelas teks adalah kreasi manusia yang hadapi keterbatasan daya ingat manusiawi. Embriologi salah total: Ayat 37-39 sajiin embriologi yang salah secara ilmiah, sebut sperma sebagai "mani yang ditumpahkan" dan nyatain embrio cuma berasal dari laki-laki. Klaim "Tuhan ciptain sepasang laki-laki dan perempuan dari setetes mani" ngabaiin peran sel telur dan seluruh pemahaman modern reproduksi. Kesalahan ilmiah mendasar ini cerminiin keterbatasan pengetahuan manusia Arab abad ke-7, bukan wawasan dari pencipta sistem reproduksi. Kesimpulan: Al-Qiyamah mengekspos inkonsistensi retoris, antropomorfisme primitif, kecemasan personal Muhammad, dan kesalahan ilmiah fundamental—menunjukkan karakternya sebagai produk manusia abad ke-7 dengan keterbatasan pengetahuan dan konsepsi teologis yang naif.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
Ayat 2
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).
Ayat 3
أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun tentang Adiyy bin Rabi'ah yang bertanya kepada Nabi tentang kapan dan bagaimana Hari Kiamat terjadi. Ketika dijawab, ia dengan sombong menolak percaya bahwa Allah sanggup mengumpulkan kembali dan menyatukan tulang-belulang manusia yang sudah hancur lebur.
Ayat 4
بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
Ayat 11
كَلَّا لَا وَزَرَ
Tidak! Tidak ada tempat berlindung!
Ayat 12
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ
Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
Ayat 13
يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
Ayat 14
Ayat 16
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
Asbabun Nuzul
16-19 Begitu besar perhatian Nabi ketika menerima wahyu yang disampaikan Jibril, sampai-sampai beliau selalu menggerakkan lisan dan bibir beliau,bahkan sebelum Jibril usai membacakan wahyu itu. Beliau tidak ingin ada dari wahyu itu yang luput dari hafalannya. Allah lalu menurunkan ayat ini berkaitan dengan hal itu. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Ayat 17
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.
Ayat 8
بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,880)
Catatan Depag
*880) Anggota badan manusia menjadi saksi terhadap pekerjaan yang telah mereka lakukan seperti tersebut dalam surah An-Nur (24) ayat 24.
Ayat 23
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ
dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),881)
Catatan Depag
*881) Karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat.
Ayat 32
وَلَٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),