Bacaan
Asbabun Nuzul
16-19 Begitu besar perhatian Nabi ketika menerima wahyu yang disampaikan Jibril, sampai-sampai beliau selalu menggerakkan lisan dan bibir beliau,bahkan sebelum Jibril usai membacakan wahyu itu. Beliau tidak ingin ada dari wahyu itu yang luput dari hafalannya. Allah lalu menurunkan ayat ini berkaitan dengan hal itu. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPetunjuk Menerima Wahyu (16-19)
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
Contradiction
Kontradiksi: S75:17-19 menjanjikan Allah yang akan 'mengumpulkan' dan 'menjelaskan' Al-Quran—janji bahwa teks akan jelas dan terpelihara. Namun sejarah menunjukkan ratusan tahun perdebatan tentang bacaan (qira'at), penafsiran (tafsir), dan hukum (fiqh) yang saling bertentangan. Janji kejelasan ilahi bertentangan dengan realitas ambiguitas tekstual yang persisten.

