Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ
Alif Lām Rā`. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur`an yang memberi penjelasan.


Surat 15
الحجر
Hijr, terdiri dari 99 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-54 setelah Yusuf sebelum Al-An'am.
Al-Hijr: Surat ini bekerja dengan teknik klasik: takut-takuti dulu, baru kontrol. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar: Ancaman tanpa bukti: Surat ini penuh peringatan mengerikan — tapi tidak satu pun bisa diverifikasi. Pola "kalian bakal celaka" yang diulang-ulang tanpa dasar yang bisa diuji adalah intimidasi, bukan argumen. Klaim penjagaan Al-Quran yang tidak konsisten dengan fakta: Surat ini mengklaim Allah menjaga Al-Quran, padahal secara historis ada puluhan varian bacaan yang berbeda. Klaim penjagaan absolut tidak sejalan dengan kenyataan tekstualnya. Kisah yang terlalu detail untuk "wahyu": Cerita Ibrahim dan Luth ditulis dengan detail seperti novel — dialog, adegan, deskripsi. Ini janggal untuk teks yang diklaim sebagai wahyu tentang peristiwa ribuan tahun sebelumnya, apalagi tanpa dukungan arkeologis sama sekali. Pola "kita vs mereka" yang eksplisit: Orang kafir "bakal menyesal", sementara yang percaya dapat privilege. Ini bukan kebijaksanaan universal — ini pembagian manusia menjadi dua kubu yang satu lebih berharga dari yang lain. Bias homofobik yang mencerminkan prejudis abad ke-7: Perlakuan terhadap kaum Luth mencerminkan prasangka masyarakat Arab abad ke-7 terhadap orientasi seksual, bukan standar etika universal. Menyebut ini "kebijaksanaan ilahi" hanya membekukan bias budaya lama menjadi doktrin permanen. Kesimpulan: Al-Hijr bukan wahyu dari Tuhan yang maha adil — ini produk manusia yang ingin mengontrol massa lewat fear-mongering dan superioritas kelompok. Teknik manipulasinya klasik, hanya dibungkus label suci.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ
Alif Lām Rā`. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur`an yang memberi penjelasan.
Ayat 2
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.
Ayat 3
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
Ayat 4
وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang di tetapkan baginya.
Ayat 5
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ
Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya).
Ayat 6
وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
Dan mereka berkata, "Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur`an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang yang gila.431)
Catatan Depag
*431) Kata-kata ini diucapkan oleh orang kafir Mekkah kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagai ejekan.
Ayat 16
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terlihat indah bagi orang yang memandang(nya),
Ayat 17
وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ
dan Kami menjaganya dari setiap (gangguan) setan yang terkutuk,
Ayat 18
Ayat 26
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Ayat 27
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
Ayat 45
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air (yang mengalir).
Ayat 46
ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ
(Allah berfirman), "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman."
Ayat 47
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Asbabun Nuzul
Ayat 51
وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ
Dan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu Ibrahim (malaikat).
Ayat 52
إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ
Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salām." Dia (Ibrahim) berkata, "Kami benar-benar merasa takut kepadamu."
Ayat 53
قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ
Ayat 78
وَإِنْ كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ لَظَالِمِينَ
Dan sesungguhnya penduduk Aikah440) itu benar-benar kaum yang zalim,
Catatan Depag
*440) Penduduk Aikah ialah kaum Syuaib. Aikah ialah tempat yang berhutan di daerah Madyan.
Ayat 79
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُبِينٍ
Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua (negeri)441) itu terletak di satu jalur jalan raya.
Catatan Depag
*441) Yakni kota kaum Luṭ (Sadom) dan Aikah.
Ayat 85
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
Ayat 86
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ
Sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
Ayat 87
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa azab) dan mereka ketika itu tidak diberi penangguhan.
إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ
kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang.
Ayat 24
وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ
Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan kaum Bani Udzrah yang rumahnya sangat jauh dari masjid. Mereka berniat menjual rumah mereka dan membeli rumah yang lebih dekat dengan masjid.
Ayat 40
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."
Ayat ini turun mengenai Abu Bakar, Umar, dan Ali. Pada masa Jahiliyah terdapat dendam antar suku mereka. Setelah masuk Islam, mereka saling menyayangi, terbukti ketika Ali dengan penuh kasih menghangatkan tangannya untuk memijat pinggang Abu Bakar yang sedang sakit.
Ayat 49
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW keluar menemui para sahabat yang sedang tertawa, lalu beliau menegur bahwa jika mereka tahu apa yang beliau tahu, mereka akan banyak menangis. Malaikat Jibril lalu turun membawa ayat ini untuk mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
Ayat 50
وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ
dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
(Para utusan) menjawab, "Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan.
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang445) dan Al-Qur`an yang agung.
Catatan Depag
*445) Yang dimaksud tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang ialah surat Al-Fātihah yang terdiri dari tujuh ayat. Sebagian mufasir mengatakan tujuh surah yang panjang yaitu Al-Baqarah, Ali 'Imrān, Al-Māidah, An-Nisā`, Al-A'rāf, Al-An'ām dan Al-Anfāl atau At-Taubah.
Ayat 88
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika umat Islam melihat tujuh kafilah dagang milik kaum Yahudi atau musyrik yang membawa banyak harta, lalu mereka berharap seandainya harta itu milik mereka untuk perjuangan Islam. Allah menyatakan bahwa Dia telah memberi Nabi tujuh ayat (Al-Fatihah) yang jauh lebih berharga dari harta kafilah tersebut.