Qurai

Surat 15

Al-Hijr

الحجر

Hijr, terdiri dari 99 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-54 setelah Yusuf sebelum Al-An'am.

Al-Hijr menjanjikan penjagaan atas kitabnya sendiri, dan di surat yang sama menceritakan Iblis yang diberi tangguh sampai hari kiamat. Janji penjagaan (ayat 9): Ayat 9 menyatakan Allah menurunkan az-Zikr dan Allah yang menjaganya. Tradisi Islam sendiri mengakui adanya tujuh sampai sepuluh qira'at yang sah, dan sebagian perbedaannya mengubah makna, bukan cuma bunyi. Naskah Sana'a yang ditemukan pada 1972 memuat urutan surah dan bacaan yang berbeda dari mushaf yang dipakai sekarang. Iblis yang diberi tangguh (ayat 36 sampai 42): Iblis meminta ditangguhkan sampai hari kebangkitan, dan permintaannya dikabulkan. Sesudah itu dia menyatakan akan menyesatkan semua manusia kecuali hamba yang terpilih. Yang memberi izin kepada penggodanya dan yang menghukum orang yang tergoda pihak yang sama. Adegan yang terlalu rapi untuk kejadian ribuan tahun sebelumnya (ayat 51 sampai 77): Tamu Ibrahim, percakapan tentang anak di usia tua, dan tawar-menawar soal kaum Luth diceritakan lengkap dengan dialognya. Naskah yang lebih tua memuat adegan yang sama, dan naskah itu sudah beredar di kawasan tempat surat ini turun. Kaum Luth (ayat 73 sampai 77): Pemusnahan kota itu ditutup sebagai tanda bagi orang yang memperhatikan. Yang dijadikan tanda bukan perbuatan yang merugikan orang lain, melainkan hubungan sesama jenis, dan penilaian itu diambil apa adanya dari cara menilai yang berlaku di Arab abad ke-7. Ancaman di surat ini banyak dan terperinci. Yang bisa diperiksa hanya satu, janji di ayat 9, dan justru itu yang paling sulit dipertahankan.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (99 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-6 : Kitab Suci sebagai Pedoman (Ayat 1-6)
7-15 : Tuntutan Orang Kafir dan Penolakan Mereka Terhadap Kebenaran (Ayat 7-15)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ٩

(15:9) Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.432

Catatan Depag

*432) Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al-Qur`an selama-lamanya.

16-25 : Tanda-tanda Kekuasaan Allah di Alam Semesta (Ayat 16-25)

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ ٢٢

(15:22) Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan435 dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri kamu minum dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.

Catatan Depag

*435) Awan, tanaman, dan sebaginya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ ٢٤

(15:24) Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan kaum Bani Udzrah yang rumahnya sangat jauh dari masjid. Mereka berniat menjual rumah mereka dan membeli rumah yang lebih dekat dengan masjid.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

26-44 : Penciptaan Manusia dan Kisah Iblis (Ayat 26-44)
45-50 : Surga dan Neraka sebagai Balasan (Ayat 45-50)

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ ٤٧

(15:47) Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai Abu Bakar, Umar, dan Ali. Pada masa Jahiliyah terdapat dendam antar suku mereka. Setelah masuk Islam, mereka saling menyayangi, terbukti ketika Ali dengan penuh kasih menghangatkan tangannya untuk memijat pinggang Abu Bakar yang sedang sakit.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ٤٩

(15:49) Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW keluar menemui para sahabat yang sedang tertawa, lalu beliau menegur bahwa jika mereka tahu apa yang beliau tahu, mereka akan banyak menangis. Malaikat Jibril lalu turun membawa ayat ini untuk mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Penyayang.

51-60 : Kisah Ibrahim dan Tamunya (Ayat 51-60)
61-77 : Kisah Luth dan Kehancuran Kaumnya (Ayat 61-77)

فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ ٦٥

(15:65) Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang! Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

78-84 : Peringatan kepada Kaum-kaum yang Durhaka (Ayat 78-84)

وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَابُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِينَ ٨٠

(15:80) Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr442 benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),443

Catatan Depag

*442) Penduduk kota Hijr ialah kaum Samud. Hijr itu tempat yang terletak di Wadi Qura antara Madinah dan Suriah. 443) Yang dimaksud rasul-rasul di sini ialah Saleh. Mestinya di sini disebut rasul, tetapi disebut rasul-rasul (jamak) karena mendustakan seorang rasul sama dengan mendustakan semua rasul.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

85-99 : Penutup dan Nasihat Kepada Nabi (Ayat 85-99)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ ٨٥

(15:85) Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ ٨٧

(15:87) Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang445 dan Al-Qur`an yang agung.

Catatan Depag

*445) Yang dimaksud tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang ialah surat Al-Fātihah yang terdiri dari tujuh ayat. Sebagian mufasir mengatakan tujuh surah yang panjang yaitu Al-Baqarah, Ali 'Imrān, Al-Māidah, An-Nisā`, Al-A'rāf, Al-An'ām dan Al-Anfāl atau At-Taubah.

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ ٨٨

(15:88) Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika umat Islam melihat tujuh kafilah dagang milik kaum Yahudi atau musyrik yang membawa banyak harta, lalu mereka berharap seandainya harta itu milik mereka untuk perjuangan Islam. Allah menyatakan bahwa Dia telah memberi Nabi tujuh ayat (Al-Fatihah) yang jauh lebih berharga dari harta kafilah tersebut.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.