Bacaan
TopikCelaan terhadap Sikap Ahli Kitab yang Menentang
قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
(5:60) Katakanlah (Muhammad), "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi283 dan (orang yang) menyembah Tagut." Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
Catatan Depag
*283) Orang-orang Yahudi yang melanggar kehormatan hari Sabat (lihat Al-Baqarah (2) : 65).
Cacat Logika
Penghinaan sebagai pengganti alasan. Sebagian mereka disebut dijadikan kera dan babi, lalu dinyatakan lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat. Yang dipakai gambaran yang merendahkan, bukan keterangan tentang perbuatan yang dinilai.
Moral
Sebagian mereka disebut dijadikan kera dan babi. Dua sebutan itu keluar dari ayat lalu masuk ke bahasa sehari-hari sebagai penghinaan kepada orang Yahudi, dan sampai sekarang dipakai begitu di khotbah maupun di media sosial.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

