Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika 'Ubadah bin al-Samit dengan tegas melepaskan perjanjian persekutuannya dengan kaum Yahudi dan hanya memihak kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tokoh munafik Abdullah bin Ubayy menolak melepaskan persekutuannya dengan Yahudi karena takut akan adanya perubahan nasib atau kekalahan. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Salah satu kebiasaan masyarakat Madinah sebelum hijrah adalah menjalin persekutuan antara beberapa pihak untuk saling membantu bila salahsatu pihak menyerang atau diserang kelompok di luar persekutuan itu.Setelah Rasulullah datang, kebiasaan ini masih berlangsung hingga tidak jarang ditemukan beberapa muslim yang masih terikat kesepakatan semacam itu dengan kaum Yahudi atau Nasrani. Ayat di atas kemudian turununtuk melarang kebiasaan tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikLarangan Menjadikan Yahudi-Kristen sebagai Pemimpin
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

