Bacaan
TopikSyariat Wudhu, Tayammum, dan Perjanjian
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(5:6) Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit265 atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh266 perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
Catatan Depag
*265) Sakit yang tidak boleh kena air. 266) Menyentuh, menurut jumhur ialah "bersentuhan kulit." sedang sebagian mufasir mengartikan "bercampur sebagai suami istri."
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat di atas memberi penjelasan tentang tata cara tayamum dan sebab-sebab yang memperbolehkannya. Ayat ini turun ketika Nabi bersama para sahabat berada di sebuah tempat yang sangat tandus dan jauh dari mata air. Mereka kala itu juga tidak membawa bekal air. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Kaki di ayat ini dibaca dua cara: arjulakum, yang menyambungkannya ke basuhlah, dan arjulikum, yang menyambungkannya ke sapulah kepalamu. Keduanya bacaan yang diakui dalam qiraat tujuh, dan dari satu baris harakat itu lahir dua cara wudu: Sunni membasuh kaki, Syiah mengusapnya. Mushaf awal tanpa baris tidak memutuskan yang mana.
Cacat Logika
Aturan yang alasannya tidak menyusul. Rincian basuhan dan tayamum ditutup dengan pernyataan bahwa Allah hendak membersihkan kalian. Kalau yang dituju kebersihan, mengusap dengan debu ketika tidak ada air tidak mengikuti dari tujuan itu.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

