Bacaan
TopikKeimanan kepada Semua Rasul dan Stereotip Kolektif terhadap Yahudi
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
(4:155) Maka (Kami hukum mereka),242) karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan, "Hati kami tertutup." Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,
Catatan Depag
242) Hukuman kepada mereka itu dalam bentuk melaknat mereka, mereka disambar petir, menjelmakan mereka menjadi kera dan sebagainya.
Cacat Logika
Alasan yang mematahkan dirinya sendiri (self-contradiction). Ucapan mereka bahwa hati mereka tertutup dijawab bahwa Allah yang mengunci hati mereka. Kalau penguncinya pihak yang sama, hukumannya tidak bisa disandarkan pada pilihan mereka.
Moral
(4:155): Litani tuduhan terhadap Bani Israel — tuduhan kolektif historis yang telah digunakan untuk membenarkan antisemitisme.