Bacaan
TopikSyirik sebagai Dosa Tak Terampuni dan Tipu Daya Setan
إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا
(4:117) Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah ināṡan (berhala),223 dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,
Catatan Depag
223) Asal makna ināṡan ialah perempuan-perempuan. Patung-patung berhala yang disembah Arab Jahiliah itu biasanya diberi nama dengan nama-nama perempuan seperti al-Lata, al-Uzza dan Manah. Dapat juga berarti di sini orang-orang mati, benda-benda yang tidak berjenis dan benda-benda yang lemah.
Kritik
Ayat ini menyebut orang musyrik cuma menyeru inathan, bentuk jamak dari untsa, perempuan. Sebutan itu cocok dengan tiga dewi yang disebut di 53:19-20, Lata, Uzza, dan Manat. Sebagian pakar mencatat bahwa kata itu mudah tertukar dengan awthanan, berhala, dalam tulisan tanpa titik, dan pilihan bacaannya menentukan apakah yang disembah dewi atau patung.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

