Bacaan
TopikTeguran Atas Sikap Nabi (1-10)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
(80:1) Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun sebagai teguran keras namun halus kepada Nabi Muhammad SAW yang sempat bermuka masam dan memalingkan muka dari sahabatnya yang buta bernama Ibnu Umm Maktum. Saat Ibnu Umm Maktum meminta diajari agama, Nabi sedang sibuk mendakwahi para pembesar Quraisy dengan harapan mereka memeluk Islam. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-10 Ayat ini turun berkenaan dengan seorang tunanetra (‘Abdullàh bin Ummi Maktùm) yang menghadap Nabi untuk belajar agama. Kebetulan waktu itu Nabi sedang menjamu seorang pembesar kaum musyrik. Beliau inginsekali sang pembesar masuk Islam sehingga tidak mengacuhkan permintaan pria buta tadi. Ayat di atas turun untuk menegur perlakuan Nabi tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Surat ini dibuka dengan teguran kepada seseorang yang bermuka masam dan berpaling karena didatangi orang buta, sementara ia sibuk melayani orang yang merasa dirinya cukup. Mufasir sepakat yang ditegur Muhammad, dan yang datang Abdullah bin Ummi Maktum. Bentuk orang ketiga di ayat 1 dan 2 lalu berpindah ke sapaan langsung di ayat 3, dan sebagian pakar membaca perpindahan itu sebagai usaha memperhalus tegurannya.
Kontradiksi
Kontra 68:4 dan 33:21, yang menyebut Muhammad berbudi pekerti luhur dan menjadikannya suri teladan yang baik. Ayat 1 sampai 10 menegurnya karena bermuka masam dan berpaling dari orang buta yang datang bersegera, sementara ia melayani orang yang merasa dirinya serba cukup.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

