Abasa (Bermuka Masam) Ayat 1

Bacaan

TopikTeguran Atas Sikap Nabi (1-10)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

(80:1) Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun sebagai teguran keras namun halus kepada Nabi Muhammad SAW yang sempat bermuka masam dan memalingkan muka dari sahabatnya yang buta bernama Ibnu Umm Maktum. Saat Ibnu Umm Maktum meminta diajari agama, Nabi sedang sibuk mendakwahi para pembesar Quraisy dengan harapan mereka memeluk Islam. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-10 Ayat ini turun berkenaan dengan seorang tunanetra (‘Abdullàh bin Ummi Maktùm) yang menghadap Nabi untuk belajar agama. Kebetulan waktu itu Nabi sedang menjamu seorang pembesar kaum musyrik. Beliau inginsekali sang pembesar masuk Islam sehingga tidak mengacuhkan permintaan pria buta tadi. Ayat di atas turun untuk menegur perlakuan Nabi tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

Substitusi Rima (Tambal-Sulam Teks): Pakar kritik teks Richard Bell menemukan bukti perakitan redaksional pada bagian akhir surat ini. Ayat 34-37 memiliki pola rima dengan akhiran -ih, sedangkan ayat 38-42 kembali ke rima dominan surat ini yakni -ah Hal ini secara struktural membuktikan bahwa salah satu kelompok ayat tersebut adalah versi alternatif dari draf lain yang dimasukkan sebagai pengganti (substitusi), namun oleh pengumpul Al-Qur'an pada masa Utsman justru digabungkan keduanya ke dalam satu teks final

Moral

(80:1-10): Menampilkan karakter elitisme dan bias kelas sosial, di mana sang utusan bermuka masam dan mengabaikan seorang buta yang datang, demi memberikan perhatian penuh kepada para pembesar kaya.

Kontradiksi

Nabi Muhammad berwajah masam kepada orang buta (a.1-10): Allah menegur Nabi secara langsung — kontradiksi dengan S68:4 'engkau berbudi pekerti agung' dan S33:21 Nabi teladan sempurna