An-Nisa' (Wanita) Ayat 36

Bacaan

TopikPerintah Berbuat Baik dan Kecaman atas Kekikiran dan Riya

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

(4:36) Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh,193) teman sejawat, ibnu sabīl194) dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,

Catatan Depag

193) Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan yang bukan muslim. 194) Ibnu sabīl ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan maksiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

Kritik

(4:36-52): Stereotip kolektif dan demonisasi - Menyebut Yahudi "mengingkari nikmat Allah" (4:46), "membeli kesesatan," dan "berharap kalian sesat" (4:44) adalah stereotip kolektif yang mendemonisasi seluruh komunitas berdasarkan tindakan sebagian individu. Ini adalah fondasi teologis untuk antisemitisme.

Moral

(4:36-52): Antisemitisme teologis - Stereotip kolektif terhadap Yahudi menciptakan fondasi untuk diskriminasi, penganiayaan, dan kekerasan. Narasi ini digunakan sepanjang sejarah Islam untuk membenarkan pogrom, pembatasan hak, dan marginalisasi komunitas Yahudi.

Kontradiksi

QS 4:36 memerintahkan berbuat baik kepada tetangga dan orang dekat, namun QS 4:89 memerintahkan membunuh orang yang keluar dari Islam ('bunuhlah mereka di mana pun kamu menemukannya'). Kontradiksi fundamental antara perintah kasih sayang dan kekerasan.