Bacaan
TopikRahasia yang Dibocorkan (3-5)
عَسَىٰ رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا
Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
Kritik
Ayat 5 (Pemaksaan Makna Kata): Terdapat kata sa'ihatin yang dirangkai dengan kata-kata ketaatan wanita (qa'itatin, ta'itatin, 'abidatin). Tradisi tafsir memaksakan terjemahan kata ini menjadi "wanita-wanita yang berpuasa" Secara etimologis, akar kata ini berarti "mengembara" atau "berjalan-jalan", yang sama sekali tidak cocok disandingkan dengan sifat ketaatan ritual. Ahli filologi menyimpulkan bahwa teks aslinya diyakini mengalami error, di mana kata tersebut seharusnya berasal dari akar kata yang bermakna "memuji Tuhan" (seperti sabihatin), karena pergeseran bunyi/huruf sering terjadi dan hal ini jauh lebih masuk akal secara konteks
Contradiction
Kontradiksi Varian Teks dan Qiraat: Ayat ini menggunakan kata saihatin yang dipaksakan berarti berpuasa — tetapi analisis etimologis menunjukkan akar katanya berarti mengembara atau memuji Tuhan, menunjukkan korupsi teks.

