As-Saffat (Barisan-Barisan) Ayat 107

Bacaan

TopikKisah Nabi Ibrahim (Ayat 83-113)

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

(37:107) Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.734)

Catatan Depag

*734) Setelah nyata kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail -'alaihimassalām- maka Allah melarang menyembelih Nabi Ismail -'alaihissalām- untuk meneruskan kurban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji.

Cacat Logika

Divine arbitrariness — 'Kami tebus Ismail dengan sembelihan yang besar' tanpa penjelasan mengapa harus ada tebusan.

Moral

(37:107): Penebusan dengan hewan sembelihan sebagai pengganti nyawa manusia — mengajarkan bahwa nilai nyawa bisa 'ditebus' dengan ritual.

Sains

(37:107): 'Kami tebus dengan sembelihan yang besar' — konsep tebusan ilahi melalui hewan sembelihan tidak memiliki mekanisme fisik yang dapat dijelaskan.

Kontradiksi

(37:107): 'Sembelihan yang besar' sebagai penebusan — S37 tidak menyebut nama anak secara eksplisit, sementara tradisi berbeda-beda (Yahudi: Ishak, Islam umum: Ismail) menunjukkan inkonsistensi tradisi.