Bacaan
TopikKisah Keluarga Imran: Maryam, Zakaria, dan Yahya
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(3:36) Maka ketika melahirkannya, dia berkata, "Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. "Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."
Moral
Kelahiran anak perempuan dilaporkan dengan nada meminta maaf, dan kalimat "laki-laki tidak sama dengan perempuan" dibiarkan berdiri sebagai keterangan. Yang ditinggalkan ayat ini bukan cuma gambaran zamannya, tapi kalimat yang sampai sekarang dikutip untuk menerangkan kenapa anak lelaki lebih diharapkan.
Kontradiksi
Kontra 49:13 dan 33:35. Kalimat "laki-laki tidak sama dengan perempuan" berdiri di ayat ini tanpa keterangan, sedangkan 49:13 menempatkan kemuliaan cuma pada ketakwaan dan 33:35 menjanjikan pahala yang sama untuk keduanya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

