Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk memperingatkan sekelompok kaum mukmin yang masih menjadikan orang-orang Yahudi atau musyrik sebagai teman setia/sekutu. Ada yang menyebut ini terkait 'Ubadah bin as-Samit yang awalnya ingin membawa 500 sekutu Yahudinya ke Perang Khandaq, atau tentang Abdullah bin Ubayy yang terus setia pada orang Yahudi.
TopikKekuasaan Allah dan Larangan Bersekutu dengan Non-Muslim
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali.

