Qurai

Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 28

Bacaan

TopikKekuasaan Allah dan Larangan Bersekutu dengan Non-Muslim

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

(3:28) Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk memperingatkan sekelompok kaum mukmin yang masih menjadikan orang-orang Yahudi atau musyrik sebagai teman setia/sekutu. Ada yang menyebut ini terkait 'Ubadah bin as-Samit yang awalnya ingin membawa 500 sekutu Yahudinya ke Perang Khandaq, atau tentang Abdullah bin Ubayy yang terus setia pada orang Yahudi.

Kritik

Arabnya awliya', jamak dari wali, yang berarti sekaligus sahabat dekat, pelindung, dan sekutu. Terjemahan Kemenag mempersempitnya jadi "pemimpin", sehingga ayatnya terbaca sebatas soal jabatan politik. Larangan yang ada di ayatnya lebih luas: bersekutu dan berlindung kepada orang di luar kelompok, dan pembacaan luas itulah yang dipakai tafsir klasik.

Cacat Logika

Menutup keberatan sebelum diajukan (poisoning the well). Orang beriman dilarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, dengan pengecualian karena rasa takut. Semua orang di luar kelompok lebih dulu ditetapkan sebagai risiko, sebelum perbuatan masing-masing dilihat.

Moral

Orang beriman dilarang bersekutu dengan orang kafir, dan pengecualiannya cuma karena takut. Sekali orang di luar kelompok dipasang sebagai bahaya yang sudah pasti, kerja sama biasa antarwarga jadi perkara yang perlu dibenarkan lebih dulu.

Kontradiksi

Kontra 60:8-9. Ayat ini melarang bersekutu dengan orang kafir dan 5:51 mengulanginya untuk Yahudi dan Nasrani, sedangkan 60:8-9 justru memerintahkan berbuat baik dan berlaku adil kepada orang yang tidak memerangi. Ahli tafsir memilih salah satunya menurut keadaan, dan kitabnya sendiri tidak memutuskan.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria