Bacaan
TopikKisah Dzulkarnain (Ayat 83-101)
حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا
(18:86) Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam,496 dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."
Catatan Depag
*496) Sampai di pantai sebelah barat, tempat Zulkarnain melihat matahari sedang terbenam.
Moral
Zulkarnain diberi pilihan menghukum atau berbuat baik kepada kaum yang baru ditemuinya, dan ayat 87 memakai ukuran zalim untuk yang dihukum sedangkan ayat 88 memakai iman untuk yang diperlakukan baik. Seorang penakluk diberi wewenang menghukum penduduk yang belum berbuat apa pun terhadapnya, dan ukurannya keyakinan mereka.
Sains
Zulkarnain disebut sampai ke tempat matahari terbenam dan mendapatinya terbenam di dalam mata air yang berlumpur hitam, lalu di ayat 90 sampai ke tempat matahari terbit. Matahari tidak punya tempat terbenam maupun terbit: matahari bintang berjarak seratus lima puluh juta kilometer, dan yang berputar bumi yang kita pijak.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

