An-Nahl (Lebah) Ayat 89

Bacaan

TopikHari Kebangkitan dan Pertanggungjawaban (Ayat 84-89)

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

(16:89) Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).

Cacat Logika

Circular reasoning (Penalaran melingkar) - Ayat 64 dan 89 mengklaim Al-Qur'an diturunkan untuk "menjelaskan segala sesuatu" dan "menjadi petunjuk", kemudian menggunakan klaim ini sendiri sebagai bukti kebenaran kitab tersebut.

Sains

(16:89): 'Kami turunkan kepadamu kitab sebagai penjelas atas segala sesuatu' — klaim Al-Quran menjelaskan segala sesuatu tidak terbukti; tidak ada penjelasan tentang mekanika kuantum, genetika, atau fenomena ilmiah modern.

Kontradiksi

QS 16:89 menyatakan Al-Quran adalah 'penjelasan atas segala sesuatu'. Namun Al-Quran tidak menjelaskan banyak hal yang penting: tidak ada instruksi medis, tidak ada penjelasan mekanisme alam, tidak ada panduan ilmu pengetahuan. Klaim 'tibyanan likulli syai'' (penjelasan atas segalanya) tidak terpenuhi secara faktual.