Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 5

Bacaan

TopikPembukaan dan Peniadaan Perjanjian (Ayat 1-6)

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

(9:5) Apabila telah habis bulan-bulan haram,370 maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*370) Yang dimaksud dengan bulan haram di sini ialah masa 4 bulan yang diberi tenggang waktu kepada kaum musyrikin, yaitu mulai 10 Zulhijah (hari turunnya ayat ini), sampai dengan 10 Rabiul Akhir.

Kritik

  1. Ayat ini yang dikenal sebagai ayat pedang, dan ahli fikih klasik memakainya untuk membatalkan ayat-ayat yang lebih lunak sebelumnya.
  2. Arabnya uqtulu, yaitu bunuhlah, bukan qatilu yang berarti perangilah. Terjemahan Kemenag memilih "perangilah", dan perbedaan dua kata itu besar: yang satu perintah membunuh orangnya, yang lain perintah menghadapi mereka dalam perang.

Cacat Logika

Ancaman sebagai pengganti bukti (argumentum ad baculum). Sesudah tenggat empat bulan habis, orang musyrik diperintahkan dibunuh di mana pun dijumpai, kecuali kalau mereka bertobat dan menegakkan salat. Yang menentukan hidup atau mati seseorang jadi keyakinannya, bukan perbuatannya.

Moral

Ayat 1-5: Perjanjian dibatalkan sepihak, diberi tenggat empat bulan, lalu orang musyrik diperintahkan dibunuh, ditawan, dikepung, dan diintai di mana pun dijumpai. Jalan keluar yang disediakan cuma satu, berpindah keyakinan, dan itu membuat pilihan hidupnya bukan lagi pilihan.

Kontradiksi

Kontra 2:256 dan 9:6. Ayat ini memerintahkan membunuh orang musyrik di mana pun dijumpai, sedangkan 2:256 menyatakan tidak ada paksaan dalam agama dan ayat berikutnya justru memerintahkan melindungi orang musyrik yang meminta perlindungan sampai ia sampai ke tempat yang aman.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria