← Artikel

Al-Qashash 28:38 · Yunus 10:92  ·  7 menit

Satu Firaun, Tiga Ribu Tahun

Al-Quran memperlakukan "Firaun" sebagai nama pribadi, tapi Pharaoh adalah gelar untuk lebih dari tiga ratus penguasa Mesir. Haman, pejabat di istana Firaun dalam Al-Quran, adalah nama pejabat Persia dari seribu tahun kemudian.

Ilustrasi editorial relief hieroglif gelap dengan figur raja Mesir kuno yang misterius

Al-Quran menyebut Firaun lebih dari tujuh puluh kali. Selalu "Firaun," tidak pernah "al-Firaun." Tidak pernah dengan gelar. Tidak pernah dengan nama pribadi. Selalu satu kata itu, diperlakukan sebagai nama orang.

"Pharaoh" bukan nama orang. Ia gelar, setara dengan "Raja" atau "Kaisar," yang dipakai oleh lebih dari tiga ratus penguasa Mesir selama tiga ribu tahun lebih. Seperti menyebut "Caesar" seolah itu satu manusia yang memerintah Roma dari awal sampai akhir.

Musa hidup, kalau kisahnya historis, di suatu titik dalam rentang panjang itu. Identitas firaun yang mana, dari dinasti mana, tidak diketahui bahkan oleh sejarawan modern setelah dua abad penggalian. Yang pasti: bukan satu orang bernama "Firaun."

Haman di istana yang salah

Al-Qashash 28:38 menempatkan Haman sebagai pejabat di istana Firaun. Firaun memerintahnya membangun menara tinggi agar bisa naik dan melihat Tuhan Musa.

Haman adalah nama pejabat Persia. Ia muncul dalam kitab Ester sebagai menteri Raja Ahasyweros (Xerxes I), dalam konteks Kekaisaran Akhemenid sekitar abad ke-5 SM. Itu sekitar seribu tahun setelah periode Musa yang paling konservatif pun.

Tidak ada pejabat Mesir kuno yang bernama demikian dalam catatan yang tersedia dari mana pun. Yang ada adalah satu pejabat Persia dengan nama itu, dari era dan tempat yang berbeda sama sekali.

Dua tokoh dari dua peradaban berbeda, dipisahkan hampir seribu tahun, muncul bersamaan di satu istana.

Tubuh yang sudah ada di museum

Yunus 10:92 sering dikutip sebagai bukti keajaiban: "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu." Argumennya: Al-Quran memprediksi mumi Firaun akan ditemukan, ribuan tahun sebelum arkeologi modern.

Tapi pengawetan jenazah firaun bukan keajaiban dan bukan prediksi. Ini kebijakan negara Mesir yang berlangsung tiga ribu tahun. Semua firaun diawetkan, bukan hanya yang diklaim tenggelam. Ramesses II, yang sering disebut sebagai kandidat Firaun Musa, memiliki kandungan garam dalam tubuhnya karena proses mumifikasi menggunakan natron, garam alami Mesir. Bukan karena tenggelam.

Tubuh yang "diselamatkan" itu sudah ada di museum Kairo jauh sebelum ayat itu dikaitkan dengannya.

Tiga ribu tahun sejarah Mesir menghasilkan nama-nama yang terdokumentasi: Khufu, Thutmosis, Ramesses, Hatshepsut, Akhenaten. Ratusan nama, dari ratusan raja, dari puluhan dinasti.

Al-Quran tidak menyebut satu pun dari mereka. Yang ada hanya "Firaun," satu nama untuk semuanya.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria

Bacaan selanjutnya