Qurai

Surat 99

Az-Zalzalah

الزلزلة

Guncangan, terdiri dari 8 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-93 setelah An-Nisa' sebelum Al-Hadid.

Az-Zalzalah cuma delapan ayat, dan seluruhnya menggambarkan satu peristiwa. Bumi mengeluarkan beban-bebannya (ayat 1 dan 2): Menurut ayat 2, bumi mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya. Yesaya 26:21 di kitab Yahudi menyebut bumi akan menyingkapkan darah yang tertumpah di atasnya dan tidak lagi menyembunyikan orang yang terbunuh. Gambarannya sama, dan yang lebih tua tercatat berabad-abad sebelumnya. Bumi menceritakan beritanya (ayat 4 dan 5): Ayat 4 menyebut bumi menceritakan beritanya. Bumi dijadikan saksi yang bisa berbicara, dan ayat 5 menjelaskan bumi berbicara karena Tuhan memerintahkannya. Seberat zarrah (ayat 7 dan 8): Ayat 7 dan 8 menjanjikan siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah akan melihatnya, begitu pula kejahatan. Kata dzarrah di bahasa Arab abad ke-7 berarti semut yang paling kecil atau butir debu yang terlihat di berkas cahaya, bukan atom. Terjemahan yang memakai kata atom masuk sesudah fisika modern dikenal. Perbuatan yang diberi berat: Perbuatan diberi satuan berat, lalu ditimbang. Timbangan amal sebagai penentu nasib sesudah mati sudah ada di Mesir kuno, tempat hati orang mati ditimbang melawan bulu Maat, dan gambarnya bisa dilihat di Kitab Kematian. Dua ayat terakhir surat ini bisa berdiri sendiri tanpa enam ayat sebelumnya. Yang dipakai orang untuk mengingatkan dirinya memang biasanya cuma dua ayat itu.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (8 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Ayat 1-3: Deskripsi Guncangan Bumi pada Hari Kiamat
4-5 : Ayat 4-5: Personifikasi Bumi
6-8 : Ayat 6-8: Konsekuensi dan Pertanggungjawaban

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ٧

(99:7) Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menegur dua tipe orang: yang pertama adalah orang yang enggan bersedekah dengan benda kecil (seperti sebutir kurma) karena mengira amal kecil tidak ada pahalanya, dan yang kedua adalah orang yang meremehkan dosa-dosa kecil (seperti berbohong sedikit atau mencuri pandang) karena merasa Allah hanya menyiksa atas dosa-dosa besar saja.

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ٨

(99:8) Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menegur dua tipe orang: yang pertama adalah orang yang enggan bersedekah dengan benda kecil (seperti sebutir kurma) karena mengira amal kecil tidak ada pahalanya, dan yang kedua adalah orang yang meremehkan dosa-dosa kecil (seperti berbohong sedikit atau mencuri pandang) karena merasa Allah hanya menyiksa atas dosa-dosa besar saja.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.