Bacaan
TopikNasib Orang-orang yang Mendustakan (Ayat 37-53)
قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ
Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, Mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka" Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."
Moral Concern
(7:38-39): Menggambarkan sistem penyiksaan berlipat ganda yang dirancang untuk menciptakan adu domba, di mana umat yang masuk neraka sengaja dibiarkan untuk terus-menerus saling melaknat dan menyalahkan satu sama lain tanpa henti.
Contradiction
Ayat 38–39 menggambarkan penghuni neraka saling menyalahkan antara 'yang terdahulu' dan 'yang belakangan'. Namun Q37:27-28 menggambarkan mereka saling tuduh tentang paksaan. Q14:21 menggambarkan orang-orang lemah berlepas diri dari pemimpin mereka. Inkonsistensi tentang dinamika pertanggungjawaban di neraka: menyalahkan satu sama lain (Q7:38-39) vs berlepas tangan (Q14:21) vs mengakui kesesatan bersama (Q26:96-99).

