Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 91

Bacaan

TopikPerjanjian Bani Israel dan Pelanggarannya (83-93)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

(2:91) Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur`an)," mereka menjawab, "Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami." Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur`an) itu adalah yang hak, yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?"

Kritik

(2:47-93): Polemik teologis — Menggunakan narasi historis Bani Israel untuk memvalidasi klaim kenabian Muhammad. Kisah lembu emas, pelanggaran Sabat, dan permintaan melihat Allah secara langsung adalah narasi yang diambil dari Talmud dan Midrash untuk memposisikan Yahudi sebagai "umat yang tidak bersyukur."

Cacat Logika

Kesalahan yang diwariskan (guilt by association). Penolakan mereka dijawab dengan pertanyaan mengapa dahulu mereka membunuh nabi-nabi Allah. Orang yang sedang diajak bicara bukan pelaku peristiwa itu, jadi jawabannya tidak menyentuh keberatan yang diajukan.

Moral

(2:47-93): Antisemitisme teologis — Menggambarkan Bani Israel secara kolektif sebagai pengkhianat dan pembangkang menciptakan fondasi untuk diskriminasi terhadap komunitas Yahudi. Narasi ini digunakan sepanjang sejarah untuk membenarkan penganiayaan Yahudi dalam nama agama.

Kontradiksi

Kontradiksi Tanggung Jawab Individual — Menyiratkan generasi Bani Israel masa kini menanggung beban membunuh para nabi oleh leluhur mereka; bertentangan dengan 6:164, 17:15, 35:18, dan 39:7 yang secara tegas menyatakan 'tidak ada yang menanggung beban orang lain.'