Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 22

Bacaan

TopikKisah Penciptaan Adam dan Pembangkangan Iblis (Ayat 11-25)

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

(7:22) dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Cacat Logika

Post Hoc Ergo Propter Hoc: Memakan buah dianggap langsung menyebabkan 'tersingkapnya aurat' — hubungan kausalitas yang tidak berdasar antara tindakan makan dan perubahan kondisi fisik/psikologis.

Kontradiksi

Kontradiksi Naratif Adam (Kronologi): Dalam Surat 7, setelah tergoda Iblis dan meminta maaf (7:23), Allah langsung memerintahkan turun (7:24) tanpa menyebut pengampunan — sedangkan 20:122 menyatakan Allah mengampuni Adam SEBELUM memerintahkan turun; urutan pengampunan berbeda.