Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 87

Bacaan

TopikPerjanjian Bani Israel dan Pelanggarannya (83-93)

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

(2:87) Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan Rasul-rasul, dan kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Mengapa setiap Rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?

Kritik

  1. (2:87) Terdapat perbedaan kalimat dalam manuskrip Palimpsest Sana'a. Teks standar Utsmani berbunyi wa-qaffayna min ba'dihi (setelah dia), sedangkan teks lapisan bawah manuskrip Sana'a berbunyi wa-qaffayna 'ala atharihi (di atas jejaknya), yang menunjukkan idiom yang berbeda tentang suksesi kenabian di masa lisan awal. (Sumber: buku/studi Ṣan'ā' 1 and the Origins of the Qur'ān oleh Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi)
  2. (2:87) Lapisan teks tersembunyi (palimpsest) dari Manuskrip Sanaa memaparkan varian tulisan kuno "wa-qaffaynā 'alā āthārihi" yang telah dihapus dan diganti menjadi versi standar Utsman saat ini, "wa-qaffaynā min ba'dihi". (Sanaa manuscript - Wikipedia)

Cacat Logika

Penilaian menyeluruh dari peristiwa terpilih (hasty generalization). Sikap terhadap para rasul dirangkum menjadi pola tetap satu kaum: menyombongkan diri, mendustakan, membunuh. Sejumlah kejadian yang dipilih diangkat menjadi watak yang berlaku bagi semua orang di dalamnya.

Kontradiksi

Ayat 87 menyebut Isa diperkuat dengan 'Ruhul Qudus' (Roh Kudus). Namun Q3:45–47 menceritakan Isa diciptakan dari kalimat Allah. Q4:171 menyebut Isa sebagai 'ruh dari Allah'. Inkonsistensi teologis tentang status Isa: apakah ia 'ruh dari Allah', 'utusan yang diperkuat Roh Kudus', atau 'yang diciptakan dari kalimat Allah'?