Bacaan
TopikKritik terhadap Sikap Ahli Kitab (75-82)
بَلَىٰ مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(2:81) Tidaklah demikian! Barang siapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
Kritik
(2:81) Ayat ini menyalahi kaidah tata bahasa Arab; memakai kata kerja imperfek (taqtulūn) alih-alih bentuk perfek (qataltum) hanya untuk memaksakan rima sajak di akhir ayat. (The Qur'an: A Historical-Critical Introduction)
Cacat Logika
Ancaman sebagai pengganti bukti (argumentum ad baculum). Klaim mereka dibantah lalu ditutup dengan neraka yang kekal. Besarnya hukuman yang dijanjikan tidak menambah satu pun alasan bahwa klaim yang dibantah itu memang keliru.