Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk menanggapi keyakinan keliru kaum Yahudi yang mengklaim bahwa mereka hanya akan disentuh api neraka selama beberapa hari saja (tujuh hari atau empat puluh hari) sesuai dengan perhitungan waktu yang mereka buat-buat sendiri. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) (80-81) Ayat ini menerangkan bagaimana kaum Yahudi yakin tidak akan disiksa di neraka kecuali beberapa hari saja. Hal tersebut dibantah oleh Allah dengan turunnya ayat ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKritik terhadap Sikap Ahli Kitab (75-82)
وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Dan mereka berkata, "Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja." Katakanlah, "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?"
Kritik
(2:80) Kritik intertekstual menyoroti frasa "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Konsep ini dinilai meminjam tradisi dari literatur Talmud Yahudi (b. Rosh Hoshanah 16b–17a) yang mengidentifikasi adanya kelas pendosa menengah yang akan turun ke Gehinnom (neraka) dan menderita sementara waktu untuk disucikan sebelum bangkit kembali. (Sumber: buku The Qur'an and the Bible: Text and Commentary oleh Gabriel Said Reynolds)
Contradiction
Ayat 80 mengkritik klaim Yahudi bahwa neraka hanya berlaku 'beberapa hari' bagi mereka. Namun ayat 81 menyatakan orang yang tenggelam dalam dosa akan kekal di neraka. Kontradiksi dengan Q4:48 yang menyatakan Allah tidak mengampuni syirik tapi mengampuni dosa lain — ini menciptakan ambiguitas tentang siapa yang kekal di neraka.

