Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 74

Bacaan

TopikPengingat Perjanjian dan Kisah Bani Israel (63-74)

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

(2:74) Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar darinya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

Cacat Logika

Penilaian menyeluruh dari peristiwa terpilih (hasty generalization). Dari rangkaian kejadian tertentu ditarik kesimpulan bahwa hati mereka lebih keras daripada batu. Watak satu kaum lintas generasi disimpulkan dari kumpulan cerita yang dipilih oleh pihak yang menilai.

Moral

(2:47-93): Antisemitisme teologis — Menggambarkan Bani Israel secara kolektif sebagai pengkhianat dan pembangkang menciptakan fondasi untuk diskriminasi terhadap komunitas Yahudi. Narasi ini digunakan sepanjang sejarah untuk membenarkan penganiayaan Yahudi dalam nama agama.

Sains

Ayat 74 menggunakan analogi literal bahwa batu ada yang 'memancarkan sungai' dan 'terbelah mengeluarkan air'. Ini adalah perumpamaan yang jika dipahami literal menggambarkan fenomena geologi yang tidak sesuai: batu padat tidak secara spontan memancarkan air kecuali melalui proses fisik spesifik (artesian, retakan).