Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 117

Bacaan

TopikDialog Allah dan Isa tentang Trinitas — Penutup Surat

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

(5:117) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

Kritik

(5:116-120): Naratif eskatologis yang tidak terverifikasi — Menggambarkan dialog antara Allah dan Isa di hari kiamat (5:116-118) adalah narasi yang tidak dapat diverifikasi. Isa menyangkal pernah mengajarkan 'tiga' (Trinitas) — ini adalah klaim yang tidak didukung oleh sumber historis.

Cacat Logika

Kesaksian tentang diri sendiri. Isa dikutip menyatakan tidak pernah mengatakan apa pun kecuali yang diperintahkan kepadanya. Pernyataan itu muncul di dalam kitab yang sedang membantah pihak lain, jadi tidak menambah dukungan dari luar.

Moral

Pembebasan Nabi dari Tanggung Jawab atas Pengikut: Narasi Isa menyatakan "aku tidak mengatakan kecuali yang Engkau perintahkan" membebaskan figur otoritas dari akuntabilitas atas interpretasi pengikut mereka.