Qurai

Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 107

Bacaan

TopikHukum Wasiat dan Kesaksian Jelang Kematian

فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰ أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

(5:107) Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa,302 maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, "Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim."

Catatan Depag

*302) Melakukan kecurangan dalam persaksiannya, dan hal ini diketahui setelah dia melakukan sumpah.

Cacat Logika

Aturan yang bertumpu pada sumpah. Kesaksian yang meragukan diganti dengan sumpah dua orang lain dari ahli waris. Yang menentukan kebenaran kesaksian adalah sumpah, padahal sumpah bisa diucapkan siapa pun tanpa cara memeriksanya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria