Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 105

Bacaan

TopikTanggung Jawab Individu atas Diri Sendiri

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

(5:105) Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun menyusul surat balasan Nabi kepada Mundhir bin Sawa di Hajar. Ketika kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi di sana setuju membayar Jizyah, orang-orang munafik Arab mengejek Nabi dengan mengatakan, "Lihatlah Muhammad menerima Jizyah dari Majusi tapi tidak dari musyrik Arab!". Allah menyuruh kaum mukmin untuk mengurus diri mereka sendiri dan tidak terpengaruh oleh orang yang sesat.

Kritik

(5:105): Individualisme yang terbatas — 'Barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya petunjuk itu adalah untuk dirinya sendiri' (5:105) menggambarkan individualisme yang terbatas — 'petunjuk' didefinisikan oleh otoritas agama, bukan oleh rasio individu.

Moral

(5:105): Individualisme yang mengaburkan tanggung jawab kolektif — Meskipun tampak mengajarkan individualisme, ayat ini mengaburkan tanggung jawab kolektif untuk memperbaiki struktur ketidakadilan.

Kontradiksi

QS 5:105 menyatakan 'jagalah dirimu, orang yang sesat tidak akan membahayakanmu jika kamu sudah mendapat petunjuk'. Ini tampak seperti prinsip non-intervensi. Namun QS 3:110 menyatakan umat Islam adalah 'umat terbaik yang menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran'. QS 9:71 mewajibkan amar ma'ruf nahi mungkar. Kontradiksi antara 'urus dirimu sendiri' vs kewajiban kolektif.