Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 104

Bacaan

TopikKritik terhadap Tradisi dan Takhayul Pra-Islam

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

(5:104) Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul." Mereka menjawab, "Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)." Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

Cacat Logika

Menolak tradisi dengan tradisi (special pleading). Mengikuti nenek moyang ditolak karena mereka disebut tidak mengetahui apa-apa. Yang ditawarkan sebagai gantinya juga ajaran yang diterima dari luar, dan ukuran untuk memilah keduanya tidak diberikan.

Moral

Kondemnasi Tradisi Leluhur Sebagai Kebodohan: Menolak "cukuplah apa yang kami dapati dari bapak-bapak kami" adalah serangan terhadap transmisi budaya dan kearifan lokal yang dikategorikan sebagai kebodohan semata.