Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena seringnya orang-orang menanyakan hal-hal yang tidak penting atau bernada mengejek kepada Nabi Muhammad SAW, seperti "Siapa ayahku sebenarnya?" atau "Di mana untaku yang hilang?". Ayat ini juga merespons pertanyaan sahabat yang memberatkan diri sendiri dengan bertanya apakah ibadah haji diwajibkan setiap tahun. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menegur sahabat yang menanyakan kepada Nabi hal yang tidak berguna atau hal-hal secara mendetail yang justru memberat-kan mereka sendiri. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikLarangan Bertanya Kritis tentang Hukum Agama
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur`an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.

