Bacaan
TopikLarangan Khamar, Judi, dan Ketaatan Mutlak
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
(5:92) Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas.
Cacat Logika
Wewenang dipakai sebagai alasan (appeal to authority). Diperintahkan taat kepada Allah dan Rasul, dan yang berpaling diingatkan bahwa tugas Rasul hanya menyampaikan. Alasan yang diberikan siapa yang memerintahkan, bukan isi perintahnya.
Moral
Ketaatan kepada Pemimpin Manusiawi sebagai Kewajiban Ilahi: Menggabungkan ketaatan kepada Allah, Rasul, dan peringatan berhati-hati menciptakan rantai otoritas yang menjadikan pemimpin agama tidak dapat dikritisi.