Bacaan
TopikSikap Nasrani terhadap Al-Qur'an
وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ
(5:84) Dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?"
Asbabun Nuzul
Ayat-ayat ini turun memuji Raja Najasyi (Negus) dari Habasyah (Ethiopia) beserta para pengikutnya (pendeta dan biarawan). Ketika mereka mendengar bacaan Al-Qur'an (Surah Maryam dan Ya-Sin) dari perwakilan umat Islam (Ja'far bin Abi Thalib), air mata mereka berlinang dan mereka langsung beriman membenarkan kebenarannya.
Logical Fallacy
Appeal to identity — 'mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kebenaran?' digunakan sebagai model ketaatan ideal.
Moral Concern
Mempermalukan Kelompok Lain yang Beriman dengan Cara Berbeda: Menggunakan pertanyaan retoris "mengapa kami tidak beriman" untuk mempermalukan Ahli Kitab menyiratkan bahwa iman mereka saat ini tidak valid.

