Bacaan
TopikBantahan Trinitas dan Ketuhanan Isa al-Masih (II)
مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa Rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan.289) Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).
Catatan Depag
*289) Bahwa Nabi Isa -'alaihissalām- dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperi makan, minum dan sebagainya.
Logical Fallacy
Non sequitur — 'Isa hanyalah seorang rasul yang sebelumnya telah berlalu rasul-rasul; ibunya seorang yang sangat benar, keduanya makan makanan' — argumen dari 'makan' tidak membuktikan ke-tidak-ilahian.
Scientific Error
(5:75): 'Keduanya makan makanan' sebagai argumen bahwa Isa bukan Tuhan — kebutuhan makan tidak secara logis mengecualikan sifat ilahi; argumen ini adalah non sequitur secara filosofis.

