Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 75

Bacaan

TopikBantahan Trinitas dan Ketuhanan Isa al-Masih (II)

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

(5:75) Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa Rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan.289) Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).

Catatan Depag

*289) Bahwa Nabi Isa -'alaihissalām- dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperi makan, minum dan sebagainya.

Cacat Logika

Kesimpulan yang tidak menyusul dari premisnya (non sequitur). Kedudukan Isa dibantah dengan menunjukkan bahwa ia dan ibunya biasa memakan makanan. Kebutuhan makan hanya menunjukkan sifat tubuhnya, dan pihak yang dibantah memang tidak menyangkal hal itu.

Sains

(5:75): 'Keduanya makan makanan' sebagai argumen bahwa Isa bukan Tuhan — kebutuhan makan tidak secara logis mengecualikan sifat ilahi; argumen ini adalah non sequitur secara filosofis.