Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 72

Bacaan

TopikBantahan Trinitas dan Ketuhanan Isa al-Masih (II)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

(5:72) Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itulah Al-Masih putra Maryam." padahal Al-Masih (sendiri) berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.

Kritik

(5:72-77): Straw man argument yang berulang — 'Sesungguhnya orang-orang yang berkata: 'Tuhan itu adalah Isa putra Maryam,' sesungguhnya mereka kafir' (5:72) menyerang versi yang disederhanakan dari doktrin Trinitas. Doktrin Trinitas tidak mengajarkan bahwa Isa adalah 'Tuhan' secara terpisah dari Bapa.

Moral

(5:72-73): Mengancam umat Nasrani dengan neraka dan menyatakan bahwa surga diharamkan bagi mereka, semata-mata karena perbedaan doktrin teologis murni terkait konsep ketuhanan Yesus dan Trinitas.

Sains

QS 5:72 menyatakan Isa al-Masih berkata 'sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu'. Al-Quran secara konsisten menggambarkan Isa sebagai manusia biasa. Namun ilmu sejarah dan teks Perjanjian Baru menunjukkan komunitas Kristen awal (sebelum Konsili Nikea) sudah menyembah Yesus sebagai ilahi — menunjukkan distorsi historis dalam klaim Al-Quran.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 4:171 yang menyebut Isa 'Kalimat dari Allah' dan 'Ruh dari Allah' — status yang setinggi ini tidak konsisten dengan penolakan keilahian. Kontradiksi dengan 3:45 yang menyebut Isa 'al-Masih' (Mesias) — gelar yang memiliki konotasi ilahi.