Bacaan
TopikInklusivisme Semu dan Hukuman Bani Israel
وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا وَصَمُّوا ثُمَّ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا وَصَمُّوا كَثِيرٌ مِنْهُمْ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
(5:71) Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apa pun (terhadap mereka dengan membunuh Nabi-nabi itu), karena itu mereka menjadi buta dan tuli, kemudian Allah menerima tobat mereka, lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Cacat Logika
Bantahan yang dibuat kebal (unfalsifiability). Mereka disebut menjadi buta dan tuli, lalu diterima tobatnya, lalu banyak yang kembali buta dan tuli. Setiap perubahan sikap sudah punya penjelasan yang menguatkan penilaiannya.
Moral
(5:71): 'Mereka buta dan tuli' — penggunaan disabilitas sebagai metafora pejorasi untuk orang yang tidak beriman.