Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 70

Bacaan

TopikInklusivisme Semu dan Hukuman Bani Israel

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ

(5:70) Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil,288) dan telah Kami utus kepada mereka Rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari Rasul itu) mereka dustakan kali dan sebagian yang lain mereka bunuh.

Catatan Depag

*288) Perjanjian itu ialah mereka beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.

Kritik

(5:69-71): Inklusivisme yang eksklusif — 'Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang Yahudi, dan orang Nasrani' (5:69) tampak inklusif, namun semuanya harus 'beriman' — yaitu menerima Islam. Ini bukan inklusivitas sejati, melainkan conditional acceptance.

Cacat Logika

Cerita terpilih sebagai pola (hasty generalization). Sikap terhadap para rasul dirangkum menjadi kebiasaan mendustakan dan membunuh. Kejadian yang dipilih oleh pihak yang menceritakannya dijadikan watak yang berlaku bagi seluruh kaumnya.

Moral

(5:70): 'Kami ambil perjanjian Bani Israel; setiap kali datang rasul yang tidak disukai, mereka mendustakan dan membunuh' — generalisasi negatif historis terhadap Bani Israel.