Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 67

Bacaan

TopikKewajiban Rasul Menyampaikan Risalah

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

(5:67) Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.287) Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

Catatan Depag

*287) Tidak seorang pun yang dapat membunuh Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun saat Nabi merasa khawatir bahwa orang-orang akan mendustakan pesannya, lalu turunlah perintah untuk menyampaikan wahyu tanpa rasa takut. Riwayat lain menyebut ini terkait peristiwa di Ghadir Khumm mengenai Ali bin Abi Thalib. Ayat ini juga menjamin perlindungan Allah kepada Nabi sehingga para sahabat tidak perlu lagi berjaga-jaga melindungi beliau di malam hari.

Kritik

(5:67-68): Klaim otoriter yang tidak terverifikasi — Mengklaim bahwa 'Ahli Kitab tidak berpegang pada Taurat dan Injil' (5:68) adalah klaim yang tidak dapat diverifikasi secara independen. Siapa yang menentukan apakah mereka 'berpegang' atau tidak?

Moral

(5:67-68): Arogansi teologis — Mengklaim bahwa komunitas lain tidak 'berpegang' pada tradisi mereka sendiri adalah arogansi teologis. Hanya anggota komunitas tersebut yang berhak menentukan apakah mereka 'berpegang' pada tradisi mereka.

Kontradiksi

QS 5:67 menyatakan 'jika tidak kamu sampaikan maka kamu tidak menyampaikan risalah-Nya' — mengisyaratkan ada sesuatu yang krusial yang harus disampaikan. Namun Al-Quran tidak menyebutkan apa itu. Hadis mengaitkan ini dengan pengangkatan Ali di Ghadir Khum — diakui Sunni tapi tidak dianggap sebagai penetapan imamah. Kontradiksi antara tafsir Sunni dan Syiah atas ayat kunci ini.