Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 58

Bacaan

TopikLarangan Mengambil Musuh Agama sebagai Pemimpin

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

(5:58) Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika kaum Yahudi selalu mengejek dan memperolok umat Islam setiap kali mendengar seruan azan. Riwayat lain menyebutkan ayat ini menegur seorang pria dari Madinah yang selalu mengutuk muazin, hingga akhirnya rumah pria tersebut terbakar bersama keluarganya. Kaum musyrikin juga mengejek azan dengan menyebutnya mirip suara jeritan unta.

Kritik

(5:57-58): Segregasi sosial yang didoktrinkan — 'Janganlah kamu mengambil orang-orang yang menjadikan agamamu sebagai olok-olokan dan permainan' (5:57) menciptakan segregasi sosial. Mengapa tidak merespons 'olok-olokan' dengan dialog dan debat rasional?

Cacat Logika

Serangan ke orangnya (ad hominem). Yang menjadikan seruan salat sebagai bahan ejekan disebut orang yang tidak mengerti. Isi keberatan mereka tidak disebutkan, hanya kemampuan berpikirnya yang dinilai.

Moral

(5:58): Mengejek azan dikaitkan ke 'tidak berakal' — mengkriminalisasi ekspresi budaya dan kritis terhadap praktik keagamaan.