Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 46

Bacaan

TopikInjil dan Syariat Isa al-Masih

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

(5:46) Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Asbabun Nuzul

Ayat-ayat ini turun mengenai kaum Yahudi yang mengubah hukuman zina di dalam kitab mereka dari hukum rajam menjadi sekadar menghitamkan wajah dan mencambuk. Mereka mendatangi Nabi Muhammad SAW dengan harapan beliau akan memberikan hukuman yang ringan bagi bangsawan mereka yang berzina, namun Nabi justru memberlakukan hukum rajam.

Kritik

(5:46-47): Inkonsistensi teologis — Mengakui Injil memiliki 'petunjuk dan cahaya' (5:46) sementara menolak keilahian Isa adalah inkonsistensi. Jika Injil memiliki petunjuk, dan Injil mengajarkan keilahian Isa, maka menolak keilahian Isa berarti menolak petunjuk Injil.

Cacat Logika

Kesinambungan yang diandaikan, bukan ditunjukkan. Isa disebut diutus membenarkan Taurat, dan Injil diturunkan kepadanya berisi petunjuk. Isi kedua kitab itu menurut pemiliknya sendiri tidak ikut disebutkan, sedangkan kesinambungannya sudah dinyatakan.

Moral

(5:46-47): Disrespek terhadap tradisi lain — Mengakui Injil sebagai valid sementara menolak doktrin intinya menunjukkan disrespek terhadap komunitas Kristen. Ini seperti mengatakan 'kita menghormati pandanganmu, tapi pandanganmu salah'.

Sains

(5:46): 'Kami iringkan Isa membawa Injil yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya' — tidak ada teks Injil yang secara historis dapat dilacak sebagai wahyu langsung kepada Isa; Injil ditulis oleh murid-muridnya setelah kematiannya.

Kontradiksi

QS 5:46 menyatakan Injil diturunkan sebagai 'petunjuk dan cahaya' yang membenarkan Taurat. Namun QS 5:14 menyatakan Nasrani melupakan sebagian ajaran. QS 3:78 menyatakan mereka memalsukan Kitab. Jika Injil adalah cahaya tapi sudah dipalsukan, bagaimana bisa dijadikan rujukan seperti yang diperintahkan QS 5:47?