Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 36

Bacaan

TopikSiksaan Kekal bagi Orang Kafir

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(5:36) Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memilki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih.

Kritik

(5:36-37): Terorisme eskatologis — Mengancam 'siksa yang kekal' (5:37) untuk penolakan kepercayaan adalah terorisme eskatologis. Menggunakan ketakutan akan siksaan abadi untuk mengontrol perilaku adalah manipulasi psikologis yang tidak dapat diterima.

Cacat Logika

Ancaman sebagai pengganti bukti (argumentum ad baculum). Tebusan sepenuh bumi ditambah sebanyak itu lagi dinyatakan tidak akan diterima. Gambaran itu menutup semua jalan keluar, bukan menambah keterangan tentang perkaranya.

Moral

(5:36-37): Hukuman yang tidak proporsional — Siksaan abadi untuk kehidupan duniawi yang terbatas (70-80 tahun) adalah hukuman yang tidak proporsional dan tidak manusiawi. Tidak ada sistem hukum modern yang mengizinkan hukuman tanpa akhir.

Sains

(5:36): 'Seandainya orang kafir mempunyai semua yang di bumi dan sepertinya lagi' — konsep tebusan metafisik tidak memiliki mekanisme fisik; pernyataan hipotetikal yang tidak dapat diuji.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 3:128 yang menyatakan Allah 'maha pengampun' — jika pengampunan adalah atribut inti, mengapa ada siksaan abadi? Kontradiksi dengan 6:12 yang menyatakan Allah 'maha pengasih lagi maha penyayang' — siksaan abadi tidak konsisten dengan sifat rahmat.