Bacaan
TopikKisah Habil dan Qabil — Pembunuhan Pertama
فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ
Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, "Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.
Logical Fallacy
Divine arbitrariness — Allah mengirim burung gagak untuk mengajarkan cara mengubur mayat — intervensi ajaib yang pilih-pilih tanpa penjelasan mengapa manusia perlu diajari gagak.
Scientific Error
(5:31): Allah mengirim gagak untuk mengajarkan cara mengubur — klaim gagak 'mengajarkan' manusia cara mengubur mayat tidak didukung oleh ornitologi atau arkeologi; manusia purba sudah tahu cara menggali tanah.

