Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 17

Bacaan

TopikBantahan Ketuhanan Isa al-Masih (I)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(5:17) Sungguh, telah kafir orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam." Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?" Dan milik Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kritik

(5:17-18): Straw man argument — Menolak keilahian Isa berdasarkan pemahaman literal 'anak Allah' yang disalahpahami. Doktrin Trinitas tidak mengajarkan bahwa Isa adalah 'anak Allah' secara biologis — ini adalah versi yang disederhanakan untuk diserang.

Cacat Logika

Menjawab keberatan dengan menunjukkan kuasa. Klaim tentang ketuhanan Al-Masih dijawab dengan pertanyaan siapa yang bisa menghalangi jika Allah hendak membinasakannya. Yang ditunjukkan siapa yang lebih berkuasa, bukan mengapa klaim itu keliru.

Moral

(5:17): Memamerkan kekuasaan absolut lewat ancaman despotik dan sewenang-wenang, di mana Tuhan menyatakan berhak membinasakan Yesus, ibunya, dan seluruh manusia di bumi tanpa alasan bermoral, sekadar untuk membuktikan bahwa Dia Maha Kuasa.

Kontradiksi

QS 5:17 mengkafirkan orang yang berkata 'Allah adalah al-Masih putra Maryam'. Namun QS 5:75 sendiri mengakui Isa adalah al-Masih ('al-Masih ibn Maryam illa rasul') — Al-Quran memakai gelar al-Masih untuk Isa tapi mengkafirkan yang menyebutnya al-Masih sebagai Allah. Kontradiksi dalam penggunaan gelar.