Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 12

Bacaan

TopikPerjanjian Allah dengan Bani Israel

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

(5:12) Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin diantara mereka. Dan Allah berfirman, "Aku bersamamu." Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,268) pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti, akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."

Catatan Depag

*268) Menginfakkan harta untuk menunaikan kewajiban dengan hati yang ikhlas.

Kritik

(5:12-14): Delegitimasi kolektif — Menuduh Bani Israel 'mengingkari perjanjian' (5:13) dan 'lalai' (5:14) adalah tuduhan kolektif yang mendiskreditkan seluruh komunitas. Ini mengabaikan keragaman dalam komunitas tersebut.

Moral

(5:12-14): Antisemitisme dan anti-Kristen teologis — Menuduh seluruh komunitas Yahudi dan Kristen mengkhianati perjanjian menciptakan fondasi untuk diskriminasi. Narasi ini digunakan untuk membenarkan marginalisasi dan kekerasan terhadap komunitas tersebut.

Kontradiksi

QS 5:12 menyebut Allah mengambil perjanjian dari 12 pemimpin Bani Israel (naqib). Namun QS 7:160 menyebut Bani Israel dibagi menjadi 12 suku (asbath). Angka 12 konsisten tapi konteks berbeda — naqib vs suku — menunjukkan inkonsistensi dalam narasi Bani Israel.