Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai Ghawrath bin al-Harith yang mencoba membunuh Nabi Muhammad SAW dengan pedang beliau sendiri saat beliau sedang beristirahat, namun Allah menahan tangannya. Riwayat lain menyebutkan bahwa ayat ini turun mengenai Ka'b al-Ashraf dan Umar bin Jihash dari kaum Yahudi yang berencana menjatuhkan batu penggilingan ke atas kepala Nabi dari atas atap rumah.
TopikPerintah Keadilan dan Mengingat Nikmat Allah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal.
Logical Fallacy
Appeal to historical rescue — 'Allah telah mencegah tangan mereka dari kamu' digunakan sebagai bukti perlindungan ilahi tanpa koroborasi independen.
Moral Concern
(5:11): Allah mencegah tangan musuh dari orang beriman di Hudaibiyah — klaim intervensi ilahi dalam perang yang membenarkan konflik bersenjata atas nama agama.

