Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 60

Bacaan

TopikPengingat Nikmat dan Cobaan Bani Israel (47-61)

وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

(2:60) Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memacarlah darinya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).30) Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

Catatan Depag

*30) Setiap suku dari 12 suku Bani Israil, sebagaimana tersebut dalam surat Al-A'raf (7) : 160.

Kritik

(2:47-93): Polemik teologis — Menggunakan narasi historis Bani Israel untuk memvalidasi klaim kenabian Muhammad. Kisah lembu emas, pelanggaran Sabat, dan permintaan melihat Allah secara langsung adalah narasi yang diambil dari Talmud dan Midrash untuk memposisikan Yahudi sebagai "umat yang tidak bersyukur."

Moral

(2:47-93): Antisemitisme teologis — Menggambarkan Bani Israel secara kolektif sebagai pengkhianat dan pembangkang menciptakan fondasi untuk diskriminasi terhadap komunitas Yahudi. Narasi ini digunakan sepanjang sejarah untuk membenarkan penganiayaan Yahudi dalam nama agama.

Sains

Klaim batu tunggal yang dipukul tongkat Musa mengeluarkan 12 mata air (ayat 60) untuk 12 suku Israel tidak didukung geologi atau arkeologi. Tidak ada sumber air di Sinai yang memiliki konfigurasi demikian. Ini merupakan narasi legendaris tanpa dasar ilmiah.