Bacaan
TopikAncaman Kekal bagi Kafir dan Penyangkalan Keilahian Yesus
لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
(4:172) Al-Masīh sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah).250) Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
Catatan Depag
250) Malaikat yang berada di sekitar Arasy seperti Jibril, Mikail dan Israfil.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun menanggapi delegasi Kristen Najran yang merasa sangat tersinggung dan menganggapnya sebagai penghinaan saat Nabi Muhammad SAW menyebut Isa AS hanyalah seorang "hamba Allah".
Kritik
(4:163-175): Klaim wahyu yang tidak terverifikasi - Menyatakan bahwa Allah telah "wahyukan" kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad (4:163) adalah klaim yang tidak dapat diverifikasi secara independen. Tidak ada bukti eksternal yang membuktikan bahwa pesan-pesan ini berasal dari sumber ilahi.
Cacat Logika
Menjawab keberatan dengan mengganti pokoknya. Kedudukan Al-Masih dijawab dengan pernyataan bahwa ia tidak enggan menjadi hamba Allah. Yang diperselisihkan bukan keengganannya melainkan kedudukannya, dan pertanyaan itu tidak disentuh.