Bacaan
TopikPengingat Nikmat dan Cobaan Bani Israel (47-61)
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik.
Kritik
- Ayat 59 (Varian Sekte): Dalam manuskrip kuno Syiah yang ditemukan di Bankipur, teksnya memiliki sisipan yang sangat berbeda. Alih-alih berbunyi "orang-orang yang zalim", naskah tersebut berbunyi "mereka yang menzalimi keluarga Muhammad" dan "yang merampas hak keluarga Muhammad". - Terjemahan literal menyebut hukuman/siksaan dari langit, tetapi DEPAG menerjemahkannya sebagai 'malapetaka' (bencana). Penggunaan 'malapetaka' melembutkan konsep siksaan ilmiah menjadi bencana alam, mengaburkan dimensi teologis adzab dari Allah.
Moral Concern
(Ayat 2:59): Menurunkan malapetaka mematikan dari langit secara buta kepada satu kelompok hanya karena mereka mengganti sebuah perintah verbal dengan hal lain. Menunjukkan pola hukuman kolektif yang reaktif dan tidak proporsional.

