An-Nisa' (Wanita) Ayat 164

Bacaan

TopikKlaim Kesinambungan Wahyu dan Pembuktian Diri Allah

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

(4:164) Dan ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.246)

Catatan Depag

246) Allah berfirman langsung dengan Nabi Musa -'alaihissalām-, merupakan keistimewaan Nabi Musa-'alaihissalām-. Dan karenanya Nabi Musa -'alaihissalām- disebut Kalīmullāh, sedang Rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. Dalam pada itu Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari waktu mi'raj.

Cacat Logika

Pernyataan tanpa penopang (ipse dixit). Disebutkan ada rasul yang dikisahkan dan ada yang tidak, dan bahwa Allah berfirman langsung kepada Musa. Keduanya tidak disertai keterangan yang bisa diperiksa dari luar kitab ini.

Sains

(4:164): 'Kami berbicara langsung kepada Musa' — klaim komunikasi verbal langsung antara Allah dan manusia tidak memiliki mekanisme fisik yang dapat diverifikasi; suara yang 'didengar' Musa tidak ada rekaman independen.

Kontradiksi

Kontradiksi Cara Allah Berbicara dengan Musa: 'Allah berbicara langsung kepada Musa' — bertentangan dengan 42:51 yang menyatakan Allah tidak berbicara dengan manusia kecuali melalui wahyu, dari balik tabir, atau melalui utusan; narasi Musa di surat lain (20:11-13, 27:8-9) juga berbeda rinciannya.