Bacaan
TopikKlaim Kesinambungan Wahyu dan Pembuktian Diri Allah
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
(4:164) Dan ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.246
Catatan Depag
246) Allah berfirman langsung dengan Nabi Musa -'alaihissalām-, merupakan keistimewaan Nabi Musa-'alaihissalām-. Dan karenanya Nabi Musa -'alaihissalām- disebut Kalīmullāh, sedang Rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. Dalam pada itu Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari waktu mi'raj.
Kontradiksi
Kontra 42:51. Ayat ini menyebut Allah berfirman langsung kepada Musa, sedangkan 42:51 menyatakan Allah tidak berbicara dengan manusia kecuali lewat wahyu, dari balik tabir, atau lewat utusan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

