Bacaan
TopikKeimanan kepada Semua Rasul dan Stereotip Kolektif terhadap Yahudi
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
(4:159) Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.245) Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi atas mereka.
Catatan Depag
245) Setiap orang Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada Nabi Isa -'alaihissalām- sebelum wafatnya di akhir zaman ketika dia turun nanti, bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah. Sebagian mufasir berpendapat bahwa mereka mengimani hal itu sebelum wafat.
Kritik
(4:142-162): Superiorisme teologis - Klaim bahwa Muhammad adalah "rasul kepada seluruh umat manusia" (4:150-151) dan Islam adalah agama yang "menyempurnakan" agama sebelumnya adalah klaim eksklusif yang tidak dapat diverifikasi secara empiris. Semua agama mengklaim kebenaran eksklusif.
Cacat Logika
Klaim yang tidak bisa diuji (unfalsifiability). Dinyatakan tidak ada seorang pun Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya menjelang kematiannya. Peristiwanya diletakkan tepat di saat yang tidak bisa disaksikan siapa pun.